Pasangan kata baku dan kata tidak bakunya ini dapat bikin perdebatan

Satu tulisan Ke-1.com hanya dapat anda anggap satu datum, bukan satu set data. Jadi kamu perlu dapatkan data lain dari berbagai sumber luar.

Seperti yang pernah saya tulis post Perbedaan makna kata ‘Cokelat’ dan ‘Coklat’, Salah satu faktor merosotnya mata uang suatu negara adalah penggunaan bahasa yang serampangan (asal asalan) para penduduknya. Jadi kelen ga usah ngamuk dengan menyalahkan pemerintah tidak b3cus menekan anggaran belanja sementara negara-negara maju terutama para pengguna bahasa inggris begitu baku pada setiap kata-kata bahkan teratur penyusunan setiap kalimatnya.
Di sini Ke-1 hanya mengajak kelen membedah beberapa kata, belum sampai menyusun sebuah kalimat baku.
Berikut adalah kata baku dan tidak bakunya (mungkin) secara berurutan.

1) Cokelat vs Coklat
Sebenarnya kedua kata adalah baku, berbeda pemakaiannya. ‘Cokelat’ adalah kakao atau sejenis makanan atau itu memiliki volume. ‘Coklat’ adalah sejenis warna yaitu ‘brown’.
i) Frasa baju coklat berarti baju berwarna ‘brown’. Frasa baju cokelat adalah baju berbahan makanan kakao
ii) Kue coklat adalah kue berwarna coklat, tidak peduli itu semisal kue dibaluri BUMBU RENDANG (coba cari beberapa pemisalan wajar). Kue cokelat adalah kue berbahan kakao yang biasanya telah berasa manis.

google trends 2018 the words cokelat and coklat

2) Keripik vs Kripik
Keripik adalah satu kata baku sebagaimana kamu sering dengar, ucap dan baca ‘kerupuk’. Kripik adalah kata tak bakunya sebagaimana kamu tidak pernah dengar, baca atau ucap ‘krupuk’.

3) dua ‘er’ dalam satu kata dapat jadi bahan perdebatan.
‘bepergian’, ‘bekerja’, ‘beternak’, ‘tecerna’, ‘tecermin’, ‘tepergok’ adalah baku, bukan ‘berpergian’, ‘berkerja’, ‘berternak’, ‘tercerna’, ‘tercermin’, ‘kepergok’
Adakah ‘tebersih’ baku dan ‘terbersih’ tidak baku? Itu dapat jadi bahan perdebatan. Saya lebih sering dengar orang ucap ‘paling bersih’ karena imbuhan ‘ter-‘ kerap berarti ‘tak sengaja’.
Adakah ‘tepercaya’ baku dan ‘terpercaya’ tidak baku? Nah ini termasuk paling menjadi satu perdebatan. Nyaris semua memusat pada ‘terpercaya’ meski tidak sesuai kaidah yang dikeluarkan Pusat Bahasa Indonesia. Kalian dapat menemukan penggunaan ‘tepercaya’ dengan para mesin pencari. Adapun beberapa kamus Indonesia-English mengeluarkan arti ‘tepercaya’ sama dengan ‘terpercaya’.


Dilemanya adalah kata-kata baku lebih kerap diinput ke para mesin pencari baik itu mesin pencari bacaan, gambar, videos maupun isi marketplace (dagangan). Jadi saya sendiri ikut terbawa dan menuruti kemauan para pengguna kata-kata tak baku sang mayoritas dalam mempertimbangkan pembuatan setiap laman tulisan.
Punya tanggapan, guys?

Let's share it.
TwitterFacebookWhatsAppBufferLinkedInPin It
Let's read other pages.