New World Order Dibalik Teori Konspirasi Penyakit Virus Ebola di Afrika

Kepanikan dan perhatian terhadap penyakit yang disebabkan virus Ebola telah membuat spekulasi di luar ranah medis, orang-orang lebih memperhatikan skenario dibalik merajalelanya penyakit ini. Berbagai opini yang dilontarkan media utama terlihat hampir masuk akal di samping beberapa teori konspirasi yang lebih tidak masuk akal yang beredar saat ini tentang penyakit ebola.

10. Amerika Memproduksi Ebola
Profesor Delaware State University, Cyril Broderick, menerbitkan sepucuk surat di Liberia’s Daily Observer pada September yang menuduh pemerintah AS membuat virus Ebola. Broderick menuduh bahwa Ebola adalah organisme hasil rekayasa genetika, senjata biologis Amerika yang diuji di Afrika dengan kedok distribusi vaksin. Dia lebih lanjut menyebutkan Kanada, Inggris, dan Perancis sebagai bersekongkol dengan Amerika, dengan WHO dan PBB entah bagaimana ikut terlibat [1].

SP0NS0R:

Broderick mengutip Leonard Horowitz sebagai sumber utama, dia ingat para ilmuwan Amerika jugalah yang menemukan AIDS. Broderick lebih lanjut mengutip beberapa artikel teori konspirasi spekulatif dan buku The Hot Zone – sebuah karya nonfiksi yang sah yang tidak benar-benar mendukung klaimnya.

Delaware State tidak memecat atau mendisiplinkan Broderick atas klaimnya yang liar dan sembrono. Sebaliknya, Universitas mengatakan bahwa profesor memiliki hak untuk mengatakan apa pun yang dia inginkan di waktu luangnya. Tetapi mereka memastikan untuk mengklarifikasi bahwa mereka tidak punya bukti mendukung dan dia tidak memiliki keahlian dalam bidang ini [2].

pesan SP0NS0R:

9. Murka Allah
Seorang ulama Muslim Liberia, imam Masjid Salafia, imam Sheikh Salah Sheriff memaparkan. Dia menyalahkan wabah pada dosa-dosa seperti homoseksualitas, percabulan, perzinahan, perampokan bersenjata, kejahatan umum, dan tidak menghormati pihak berwenang [3], semua pembangkangan terhadap Allah. Ditanya, ia memahami bahwa pengikut harus mengikuti saran medis untuk menghindari penularan, tetapi untuk benar-benar mengalahkan Ebola, Liberia harus “mulai takut pada Allah daripada virus.”

8. Sihir
Salah satu rumor lain yang menginfeksi bagian-bagian dari Afrika Barat adalah bahwa Ebola berasal dari santet. Konsekuensi dari ini adalah bahwa orang menganggap Ebola sebagai hukuman mati total dengan supranatural — meskipun pengobatan secara medis dapat membantu menghentikan penyebaran dan kadang-kadang bahkan menyelamatkan penderita.

Misalnya, ketika dokter membawa dua perempuan bersaudara yang sakit ke sebuah rumah sakit Guinea timur pada bulan Juli, keduanya telah kehilangan harapan. Tidak mencoba melawan penyakit, mereka hanya berbaring dan menunggu kematian. Keduanya adalah ibu dan bibi dari Rose, putri berusia 12 tahun, tampaknya Rose tidak percaya pada sihir. Dia meyakinkan ibu dan bibinya bahwa mereka bertiga bisa bertahan hidup, tetap ceria dan memastikan bahwa mereka semua mengikuti instruksi dokter. Mereka semua sembuh, yang membuat mereka lebih beruntung daripada kebanyakan.

Konsekuensi lain dari ketakutan irasional Ebola adalah bahwa penderita menjadi sia-sia dikucilkan. Pasien di rumah sakit, terutama anak-anak, idealnya harus menerima kunjungan rutin dari keluarga mereka. Tetapi anggota keluarga sangat takut dengan penyakit itu, meskipun ada permintaan dokter.

Kepercayaan yang kental dalam sihir adalah rintangan yang serius dalam upaya untuk menghentikan Ebola secara medis. Beberapa menolak untuk mendapatkan bantuan medis karena mereka percaya penyihir dan ahli sihir mengutuk orang dan menyebabkan mereka mati. Mereka hanya menolak untuk percaya bahwa virus adalah penyebab kematian pasien.

7. Dokter Sengaja Menginfeksi Orang Afrika Dengan Ebola
Di beberapa desa, orang tidak hanya berpikir bahwa dokter tidak berguna dalam melawan penyakit. Mereka berpikir bahwa dokter lah yang menyebarkan virus ebola, sehingga mereka menghindari atau bahkan melawan dokter yang mencoba membantu. Dalam kasus yang ekstrim, penduduk desa mengancam akan membunuh dokter atau asisten medis yang datang untuk merawat pasien. Di desa Kolo Bengou, Guinea, warga kota memblokir jalan dengan balok kayu untuk mencegah Dokter luar daerah masuk. Akibatnya, penyakit itu menyebar lebih jauh. Kurangnya kepercayaan pada dokter yang sebenarnya, menghambat pengobatan yang efektif.

6. Bom Ebola
Dr. Peter Walsh, seorang antropolog biologi di University of Cambridge, mengklaim bahwa teroris dapat membuat bom yang mengandung bentuk bubuk virus Ebola. Bom seperti itu dapat membunuh banyak orang di kota besar Inggris, kata Walsh di tabloid Inggris. Ancaman ini mungkin tampak sangat serius di Inggris karena ada celah penyakit ini akan masuk ke negara itu.

5. Air Garam Menyembuhkan atau Mencegah Ebola
Klaim obat palsu telah menyebar di beberapa bagian Nigeria. Salah satu obat ini adalah minum air asin — yang jauh dari menyembuhkan penyakit apa pun, dapat membuat dehidrasi peminum hingga ke titik kematian. Setidaknya empat orang meninggal karena minum air asin dalam upaya untuk melindungi diri dari Ebola. Orang-orang ini tadinya sehat dan tidak tertular, mereka hidup ratusan mil dari wabah terdekat.

Organisasi Kesehatan Dunia mengeluarkan pernyataan untuk memperingatkan orang-orang terhadap perawatan yang tidak diberikan oleh dokter atau perawat. Mereka memperingatkan untuk tidak mempercayai apa pun tentang upaya pencegahan dan penyembuhan mengenai ebola yang ditempel di platform media sosial. Pasien sebaiknya beralih ke pusat kesehatan dan dokter.

Namun, sekali lagi, banyak di wilayah yang terkena dampak sangat tidak mempercayai dokter dan mengabaikan apa pun yang mereka katakan sebagai kebohongan. Seorang pria bahkan mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa karena dia belum pernah melihat orang meninggal karena ebola di depan matanya, itu pasti hanya rumor.

4. Ular Jahat Pencemar
Satu kisah menceritakan seorang wanita dengan tas di perbatasan Guinea dan Sierra Leone. Seseorang membuka tas dan melihat seekor ular di dalamnya, dan segera setelah mereka melihatnya, wanita itu meninggal. Orang yang membuka tas itu mati juga kemudian, dan ular itu merayap di semak-semak terdekat. Dan itulah bagaimana Ebola memasuki Sierra Leone. Kisah aneh ini sebenarnya konsisten dengan satu bagian dari kisah nyata Ebola [4].

3. Ebola-Chan

ebolachan
ebolachan

Gambar di atas muncul di situs web Nigeria pada bulan September. Bersamaan dengan itu muncul sebuah cerita yang tampaknya menggabungkan aspek terburuk dari beberapa rumor Ebola yang berbahaya. Perawat bergaya anime yang memegang tengkorak itu diberi nama “Ebola-Chan,” kata situs tersebut. Sekte di Eropa dan Amerika memujanya sebagai dewi. Mereka melakukan pengorbanan darah di altar untuk Ebola-Chan dan memakan hati para korban, dan sebagai imbalan atas perlindungan mereka, sang dewi menyebarkan Ebola ke seluruh Afrika. Dengan mengambinghitamkan dokter yang secara manual menginfeksi korban dengan Ebola sambil pura-pura mengobatinya [5].

Pengeposan itu dari pengguna papan gambar 4Chan, di mana Ebola-Chan adalah meme. Gurauan yang dianggap hoax tentang pemusnahan semua orang Afrika [6].

2. Virus Ebola Tidak Ada
Seorang mantan perawat menyebabkan pemberontakan keras di sebuah rumah sakit Sierra Leone ketika kerumunan mendengar dia mengatakan bahwa virus Ebola tidak ada sama sekali. Wabah itu, katanya, benar-benar hanya alasan bagi dokter untuk melakukan ritual kanibal di rumah sakit [7].

Ini membuat para pasien dan keluarga yang sehat semakin garam terhadap perawat itu dan oknum rumah sakit lainnya yang berujung pengeroyokan. Banyak di Sierra Leone dan negara-negara sekitarnya secara alami tidak mempercayai rumah sakit. Kebanyakan pasien dan keluarga mereka memilih tabib tradisional daripada dokter dan perawat asing. Seorang wanita yang terinfeksi Ebola dikeluarkan dari pusat perawatan oleh keluarganya dan dibawa ke dukun tradisional. Akibat pengeroyokan warga, wanita ini dibawa ke rumah sakit terdekat, tetapi dalam perjalanan dia meninggal di ambulans.

ebola
ebola

Menjelang akhir Juli, kekerasan meningkat karena semakin banyak orang mulai percaya konspirasi. Orang-orang terancam untuk membakar klinik dan pusat perawatan dan memindahkan pasien Ebola dengan paksa. Pada saat itu, Sierra Leone memiliki jumlah penderita Ebola tertinggi, dan petugas polisi harus berjaga-jaga di rumah sakit utama di Kenema. Mereka melemparkan gas air mata ke kerumunan dan tanpa sengaja menembak seorang bocah sembilan tahun.

Kejadian ini juga menyebabkan organisasi kesehatan Samaritan’s Purse menghentikan campur tangan mereka ke pasien di daerah tersebut. Tenaga kesehatan mereka telah diserang oleh anggota masyarakat setelah mereka berusaha mengambil seorang pasien.

1. Krisis Ebola Akan Meluncurkan Orde Dunia Baru
Mungkin teori konspirasi yang paling aneh dari sembilan teori di atas adalah mereka semua mengklaim bahwa elite New World Order menciptakan virus Ebola sebagai sarana untuk mengurangi jumlah Bumi. Mengejutkan! Jumlah orang yang harus mati adalah lima miliar untuk mencapai “populasi yang bisa diatur” [8].

new world order
new world order

Menurut konspirasi gila ini, elite New World Order memiliki tiga cara utama untuk mengurangi penduduk bumi yaitu kelaparan akibat pembangunan yang tidak berkelanjutan, perang dari konflik buatan, dan penyakit yang diproduksi. Obat untuk penyakit hanya akan dipegang oleh elit. Para elit menciptakan epidemi Ebola untuk mengurangi populasi Afrika, dengan seluruh dunia target berikutnya. Kabar bahwa Ebola telah mencapai AS dan membunuh seorang pasien di Dallas dianggap hanya untuk menutupi teori konspirasi ini [9].

[1]. www.liberianobserver.com/security/ebola-aids-manufactured-western-pharmaceuticals-us-dod
[2]. www.washingtonpost.com/news/post-nation/wp/2014/09/26/delaware-state-wont-interfere-with-free-speech-of-professor-spreading-ebola-conspiracy-theories
[3]. www.allafrica.com/stories/201408281596.html
[4]. www.npr.org/blogs/goatsandsoda/2014/07/22/334022357/rumor-patrol-no-a-snake-in-a-bag-did-not-cause-ebola
[5]. www.nairaland.com/1906849/white-demon-worshippers-trying-spread
[6]. www.washingtonpost.com/news/the-intersect/wp/2014/09/22/4chans-latest-terrible-prank-convincing-west-africans-that-ebola-doctors-actually-worship-the-disease
[7]. www.reuters.com/article/2014/07/27/us-health-ebola-africa-idUSKBN0FV0NL20140727
[8]. rense.com/general64/pordc.htm
[9]. beforeitsnews.com/global-unrest/2014/08/ebola-set-to-become-a-global-pandemic-an-extraordinary-crisis-to-bring-in-the-new-world-order-2460234.html

(Visited 3 times, 1 visits today)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.